10 Film Profit Besar Berating Buruk, Jelek Yang Penting Untung

0
1175

Film populer tidak menjamin kualitas dari suatu film. Sama halnya dengan film yang sukses di pasaran, sebenarnya juga tidak sedikit yang mendapatkan rating buruk. Umumnya film tersebut takkan dibuat sekuelnya. Nah berikut ini ada 10 film profit besar berating buruk.

10. Batman V Superman: Dawn of Justice


Berusaha menyaingi Marvel dengan banyak mengumpulkan superhero dalam satu film, DC sepertinya masih perlu banyak berjuang. Pasalnya meskipun laris manis ditonton oleh banyak penonton di seluruh dunia, namun film Batman V Superman ini malah mendapatkan rating buruk.

Padahal film Batman V Superman inilah yang menjadi awal untuk para anggota liga keadilan DC atau Justice League. Namun bukan DC namanya jika franchise dari film tidak mendapat untung. Batman V Superman mendulang keuntungan hingga 873 juta dollar atau ratus 8 trilyun rupiah.

9. The Da Vinci Code


Novel yang laris manis juga tak menjamin film adaptasinya mendapatkan pujian dari para penggemarnya. Salah satunya adalah The D Vinci Code yang mana menjadi salah satu dari 10 film profit besar berating buruk. Dibintangi Tom Hanks, film ini dianggap adaptasi novel yang gagal.

Padahal dari catatan keuntunganya, the Da Vinci Code mendulang hingga 738 juta dollar atau sekitar 7 trilyun rupiah. Hal yang sama juga terjadi pada sekuelnya yakni Inferno yang juga dianggap gagal memberikan gambaran novel secara sempurna.

8. Suicide Squad

Kesialan juga kembali terjadi pada DC. Film superhero yang berisi para penjahat berjudul Suicide Squad ini juga malah menjadi bulan-bulanan kritik tajam. Padahal untuk catatannya, film ini mendapatkan keuntungan hingga 746 juta dollar atau 8 trilyun rupiah.

Namun sepertinya DC belum menyerah karena film reboot dari Suicide Squad ini direncanakan akan tayang kembali di tahun 2022 mendatang. Bahkan salah satu sosok penjahat dari film ini sukses dengan film solonya yakni Birds of Prey.

BACA JUGA:  8 Film Terbaik Menurut Google Play, No. 2 Kocak Banget Deh!

7. Transformer : Revenge of The Fallen

Dikenal sebagai salah satu karya Michael Bay, Transformer sepertinya tidak dapat mempertahankan kualitas filmnya. Untung saja kepopuleran filmnya masih mendukung fans untuk tetap menonton film ini sehingga mampu untung hingga 200 juta dollar atau sekitar 2,8 trilyun rupiah.

Padahal di sisi grafis, Transformer : Revenge of The Fallen masih memberikan grafis kehancuran dan peperangan robot yang memukau. Namun sayangnya pengembangan ceritanya dianggap membosankan dan tidak menarik untuk dilanjutkan di seri berikutnya.

6. Pixels


Selanjutnya ada Pixels. Film yang ingin mengajak kita bernostalgia dengan game generasi awal ini menjadi salah satu dari 10 film profit besar berating buruk. Film ini mendapatkan keuntungan sebesar 245 juta dollar atau sekitar 3,6 trilyun rupiah.

Padahal dalam film ini juga turut diperankan oleh nama terkenal dan juga grafis yang menarik seperti Adam Sandler, Michelle Moonagan dan juga bintang Game of Thrones Peter Dinklage. Karena rating burukny, film ini takkan dibuat sekuelnya.

5. Alvin and The Chipmunks: Chipwrecked


Selanjutnya dari 10 film profit besar berating buruk ada Alvin and The Chipmunks : Chipwrecked. Meski awalnya film ini sempat populer dengan sedikit sentuhan musikal dari para tupai, namun sayangnya film terakhirnya ini malah gagal memenuhi keinginan penonton.

Meskipun demikian, film ini mampu meraih keutungan hingga 343 juta dollar attau sekitar 4,8 trilyun rupiah. Seketika itu, film Alvin dan para tupai lainnya itu tidak dilanjutkan kembali.

4. SAW 3D


Di posisi keempat ada film horor thriller sadis yakni SAW. Film SAW 3D ini berusaha menjawab tren bioskop yang mulai banyak menampilkan format sinema 3 dimensi. Film tentang pembunuh berantai ini berhasil mendapatkan keuntungan yang cukup besar dibandingkan modalnya.

BACA JUGA:  8 Rekomendasi Film Bulan November 2018, No, 1 Sempat Kontroversial

Meskipun mendapatkan rating buruk karena lebih menyajikan gambar 3D ketimbang pengembangan ceritanya, seri SAW direncanakan tetap akan memiliki kelanjutan ceritanya beberapa waktu ke depan.

3. The Twillight Saga: Breaking Dawn


Breaking Dawn menjadi film penutup bagi saga Twillight. Film dengan tema vampir bergenre romantis ini diakhiri menjadi dua part karena memang dirasa tidak cukup untuk diakhiri dengan satu film saja. Meskipun demikian, part kedua film terakhir Twillight ini tetap mendapat kritik.

Kritik yang dialamatkan bukan hanya dari penonton namun juga fans dari buku novelnya yang menggambarkan jika film ini belum memenuhi keinginan fans.

2. Fifty Shades of Grey


Menjadi film dewasa yang kontroversial di bioskop, Fifty Shades of Grey menjadi salah satu dari 10 film profit besar berating buruk. Sama halnya dengan Twillight, Fifty Shades of Grey juga merupakan adaptasi dari novel erotis dengan judul yang sama.

Film ini mendapatkan rating buruk di berbagai media rating film meski faktanya memag Fifty Shades of Grey mendapatkan keuntungan hingga 570 juta dolar atau sekitar 8,1 trilyun rupiah dari modal yang hanya 40 juta dollar atau kurang dari 1 trilyun rupiah.

1. The Emoji Movie


Di posisi puncak ada The Emoji Movie yang dirilis pada tahun 2017 lalu. Film ini juga ingin mendulang popularitas dari budaya populer yakni penggunaan emoji di dunia digital seperti chat. Sayangnya banyak kritik buruk dialamatkan pada film ini karena banyak hal.

Mulai dari iklan tersirat dari filmnya, pengisi suaranya hingga kisahnya membuat film ini banyak menerima kritikan pedas. Meskipun demikian, The Emoji Movie berhasil mendapatkan keuntungan hingga 218 juta dollar atau 3,1 trilyun dari modal yang hanya kurang dari 1 trilyun rupiah saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here