10 Mitos Mengenai ‘Google Glass’

0
56
No ratings yet.

Dalam sebuah posting baru pada Google+, tim Glass membahas 10 mitos yang berhubungan dengan alat pandang augmented reality futuristik itu dalam upaya untuk menghilangkan kesalahpahaman yang terjadi selama ini. Privasi mengenai Glass tidak diragukan lagi menjadi topik hangat yang dibuktikan dengan fakta bahwa lima dari 10 mitos itu berhubungan dengan kamera on-board headset tersebut.

Kebanyakan dari kekhawatiran yang paling umum – bahwa itu adalah gangguan utama dari dunia nyata, bahwa alat tersebut selalu menyala dan merekam dan bahwa Glass hanyalah untuk mereka yang cukup berkemampuan untuk membelinya – dibahas dalam postingan tersebut.

Misalnya, mengenai mitos bahwa Glass menandai akhir dari privasi, tim menunjukkan pada akhir abad 19 ketika orang mendeklarasikan berakhirnya privasi dengan kedatangan kamera. Pada saat itu, kamera dilarang di taman, di monumen nasional dan di pantai. Kekhawatiran yang sama disuarakan ketika kamera ponsel pertama muncul.

Makin banyak terdapat kamera di luaran sana saat ini dibanding sebelumnya dan dalam 10 tahun ke depan, akan terdapat lebih banyak lagi – dengan atau tanpa Glass, ujar Google.

Daftar itu muncul setelah terdapat serangkaian kemunduran dan publisitas buruk dalam beberapa bulan terakhir. Glass menjadi berita akhir tahun lalu ketika seorang wanita California mendapat tiket tilang karena memakai headset saat mengemudi. Wearable itu juga diduga merupakan faktor kunci dalam serangan dan perampokan yang terjadi di San Francisco bulan lalu.

Kesemua fakta ini menjadi penyebab banyak bar dan restoran di kota telah menerapkan kebijakan “no Glass” (pelarangan mengenakan Glass).

Silakan klik LINK ini untuk membaca secara lengkap 10 mitos mengenai Glass.

 

Sumber: techspot.com

Please rate this

Loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here