8 Teknologi Yang Tutup Usia di Tahun 2018, No. 2 Sempat Populer di Indonesia

0
56

Dunia teknologi tumbuh sebagai dunia yang berputar secara cepat sehingga selalu muncul teknologi baru yang kemudian menutup teknologi yang lama. Pada tahun 2018 kemarin, ternyata terdapat 8 teknologi yang tutup usia di tahun 2018. Bahkan ada beberapa yang penggunanya adalah orang Indonesia. Lalu apa sajakah perusahaan dan teknologi yang tutup tersebut? Berikut ulasannya.

8. Klout

Di posisi kedelapan ada Klout. Mungkin bagi anda yang memiliki media sosial penasaran untuk mengetahui seberapa besar popularitas kamu. Nah aplikasi yang digunakan tersebut adalah Klout yang menjadi aplikasi dengan tujuan mengetahui seberapa populer kamu. Sayangnya, aplikasi unik ini menjadi salah satu teknologi yang tutup usia di tahun 2018. Padahal masih banyak yang merasa aplikasi ini layak untuk dikembangkan.

BACA JUGA:  Sadako 3D 2 Akan Tayang Dalam 4D?

7. Fetch

Di posisi ketujuh ada Fetch. Fetch adalah salah salah satu teknologi yang tutup usia di tahun 2018 yang mana aplikasi ini adalah salah satu aplikasi yang berusaha menantang raksasa Amazon sebagai aplikasi jual beli. Sebenarnya tanggapan akan Fetch ini sendiri juga menarik bagi pelanggan. Hanya saja Amazon masih terlalu kuat untuk dilawan sehingga aplikasi ini pada akhinya harus dikubur di tahun 2018 ini.

6. Go90

Di posisi keenam teknologi yang tutup usia di tahun 2018 ada Go90. Go90 adalah nama aplikasi dan layanan video pendek mirip Snapchat yang dapat dibagikan ke sesama pengguna. Hanya saja aplikasi yang awalnya ditujukan untuk para generasi 90an agar aplikasinya ramai ini kemudian ditutup oleh sang pemilik yakni Amazon. Apa alasannya? sepertinya kalah saing dengan fitur aplikasi hiburan yang lainnya.

BACA JUGA:  5 Teknologi Yang Mengancam Umat Manusia

5. GoPro Drone

Tak hanya aplikasi dan media sosial saja yang tutup usia di tahun ini. Salah satu teknologi yang terpaksa tutup adalah drone milik GoPro. Alasan mengapa GoPro Drone menjadi salah satu teknologi yang tutup usia di tahun 2018 adalah karena kalah dalam persaingan dengan produsen drone lainnya yang mana cenderung memiliki harga yang lebih murah. Ini jelas membuat GoPro yang bahkan terseok penjualan kameranya terpaksa menutup lini produk dronenya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here