Facebook Dituntut Karena Menjual Data

0
70
Belum ada rating.

Dua pengguna Facebook telah mengajukan gugatan terhadap raksasa jejaring sosial itu dengan mengklaim bahwa situs itu melanggar Electronic Communications Privacy Act selain juga undang-undang privasi dan persaingan yang tidak sehat California dengan membaca pesan pribadi yang dikirim antara pengguna dan berbagi data kunci dengan pengiklan, pemasar dan agregator (pengumpul) data lainnya.

Michael Hurley dan Matthew Campbell mengajukan gugatan mereka pada tanggal 30 Desember di sebuah pengadilan distrik Amerika Serikat di California Utara. Gugatan itu juga menuduh bahwa Facebook memindai pesan untuk URL dan bila sebuah link ditemukan, pada dasarnya link tersebut telah diklik. Jika situs tujuan memiliki tombol “Like” Facebook, situs itu terdaftar sebagai sebuah “Like”.

Para penggugat menginginkan gugatan mereka sampai hingga gugatan class action dan percaya bahwa hingga 166 juta pengguna Facebook memenuhi syarat untuk bergabung di dalamnya. Gugatan itu mengusahakan hingga 100 dolar per hari untuk tiap pelanggaran atau total 10.000 dolar untuk tiap anggota yang terkena dampaknya.

Ini bukan kali pertama Facebook berada dalam suatu situasi genting di atas masalah privasi pesan pribadi. Pada tahun 2012 lalu, Wall Street Journal memberitakan sebuah kisah yang pada dasarnya membahas hal yang sama. Facebook pada saat itu mengatakan bahwa komputer mereka memang menganalisis pesan tetapi hanya untuk menyaring spam dan mendeteksi obrolan yang mungkin terkait dengan kegiatan kriminal.

Facebook bukan satu-satunya perusahaan yang mendapat kecaman karena diduga membaca pesan pengguna karena Google, LinkedIn dan Yahoo juga telah menghadapi keluhan privasi baru-baru ini.

Adapun mengenai gugatan tersebut, juru bicara Facebook mengatakan kepada Huffington Post bahwa pengaduan tersebut tidak berdasar dan mereka akan membela diri dengan sekuat tenaga.

 

Sumber: techspot.com

Kamu Suka Artikel Ini? Silahkan Berikan Rating

Loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here